2010-03-08 10:44:50
Bank Permata (BNLI) menargetkan pertumbuhan kredit pemilikan rumah (KPR) tahun ini sedikitnya 50% dari realisasi tahun lalu yang mencapai Rp2,7 triliun.
Untuk itu, perseroan akan memaksimalkan kerja sama pembiayaan yang telah dikembangkan dengan sekitar 100 pengembang yang tersebar di sejumlah daerah, dengan mayoritas di wilayah Jabodetabek.
Manajemen cukup yakin bisa mencapai pertumbuhan KPR di atas 50% karena kegiatan pembiayaan perumahan sudah kelihatan naik signifikan sejak April tahun lalu. Perkembangan tahun ini mestinya akan lebih baik lagi, makro ekonomi makin bagus.
Untuk mendukung kegiatan itu, lanjutnya, pihaknya mengembangkan sistem pembiayaan KPR propasar, seperti produk KPR berbasis angsuran tetap permanen untuk segmen menengah bawah dan KPR bunga tetap tahun pertama.
Dia menuturkan bunga KPR tetap tahun pertama sekitar 9,5% dan bunga floatingnya 12,5%. Selain itu, ungkap Rosalea, pihaknya mengembangkan produk jasa perbankan turunan dengan pengembang berupa kerja sama virtual account pembayaran penggantian pemeliharaan lingkungan atau tagihan service penghuni perumahan.
Produk itu sudah mulai dkembangan sejak tahun lalu. Dia mengungkapkan salah satu paket kerja sama di bidang itu dilakukan dengan tiga anak usaha Duta Pertiwi, yaitu Mekanusa Cipta, Misaya Propertindo dan Sarana Papan Eka Sejati.
Kerja sama dengan tiga pengembang itu meliputi tagihan penghuni untuk perumahan Kota Wisata, Legenda Wisata dan Kota Bunga
Dalam hal inikerja sama itu melengkapi pengembangan produk KPR yang telah digarap dengan pengembang sehingga fokus bisnis di bidang properti dan perumahan makin menguat.
|