2010-03-05 11:06:43
Niat Jasa Marga membentuk sayap bisnis properti ternyata bukan isapan jempol belaka. Jika tak ada aral melintang, Jasa Marga akan membentuk anak usaha khusus properti itu tahun ini.
Jasa Marga tidak akan sendirian mendirikan perusahaan properti itu. Namun akan menggandeng dua partner lainnya. Partner yang satu adalah BUMN di sektor properti, yakni Pembangunan Perumahan (PP), sedang satunya mungkin swasta, tapi belum bisa disebutkan.
Porsi modal masing-masing preusan akan dibagi rata sekitar 33%. Jumlah modal disetor JSMR tidak akan lebih dari Rp 50 miliar.
Untuk tahap awal, anak usaha tersebut akan beroperasi di daerah Krian, Sidoarjo, Jawa Timur. Lokasinya di sekitar tol Surabaya-Mojokerto. Preusan menargetkan anak usaha itu beroperasi bersamaan dengan beroperasinya Surabaya-Mojokerto.
Jasa Marga menargetkan tol sepanjang 36,5 kilometer itu beroperasi tahun ini. Saat ini, masih tahap konstruksi. Di sekitar tol Surabaya-Mojokerto itulah, anak usaha Jasa Marga akan membangun properti komersial. "Bentuknya mungkin klaster perumahan, lengkap dengan pusat bisnis dan fasilitas perbelanjaan," kata Adityawarman.
Sebetulnya, Jasa Marga telah lama tergiur menerjuni bisnis properti. Alasannya, selama ini jalan tol yang dibangun Jasa Marga selalu membuat nilai investasi tanah dan gedung di sekitarnya membumbung. Sayang, Jasa Marga tidak ikut mencicipi. Yang menikmati justru pengembang properti di daerah setempat. Itulah sebabnya, Jasa Marga berniat menjajal diversifikasi usaha ke bisnis properti.
Tahun ini, Jasa Marga menargetkan pendapatan Rp 4,79 triliun dan laba bersih Rp 927 miliar. Jumlah ini naik masing-masing 35% dan 17% dari estimasi kinerja 2009.
|