Search:        
Home  ·  Contact Us  ·  Client Login    







Highlight



Research

2010-09-06 10:48:59

2010-09-06 10:48:20

2010-09-06 10:47:29

2010-09-06 10:46:59

2010-09-06 10:46:43

2010-09-06 10:46:05

2010-09-06 10:45:43

2010-09-06 10:45:17

 
Research

2010-02-09 11:23:41
HSBC miliki 8,63% saham INDR

HSBC-Fund Services Clients memiliki 8,63% saham PT Indorama Syntethics Tbk (INDR) atau sama dengan 56,441 miliar lembar saham.

Hal tersebut disampaikan PT Adimitra Transferindo, Biro Administrasi Efek dalam keterbukaan informasinya ke BEI, Kamis (12/3). Selain HSBC Fund Services Client, pemegang saham lainnya adalah Indorama International Finance PLC sebanyak 13,18% atau senilai 86,224 miliar lembar saham.

Selanjutnya adalah PT Irama Unggul yang memiliki saham mencapai 37,87% atau setara dengan 247,163 miliar lembar saham. Sementara per Desember 2008, SSB International Finance Corp masih memiliki saham sekitar 7,33% atau setara dengan 47,001 miliar lembar saham.

Tahun lalu, INDR telah selesai membangun pembangkit listrik berbahan bakar batubara berkapasitasi 2x30 megawatt (MW). Pembangunan pembangkit listrik itu telah dimulai pada 2004. Pembangkit listrik tersebut akan memasok listrik untuk pabrik-pabrik perseroan di Purwakarta dan Subang, Provinsi Jawa Barat.

Saat ini perseroan memiliki tiga pabrik di Purwakarta dan Subang. Total karyawan pabrik-pabrik tersebut mencapai 6.000 orang. Pabrik-pabrik tersebut merupakan pabrik pemintalan benang yang memproduksi polyester dan Poly Ethelene Trephalate (PET). Saat krisis ekonomi kali ini, INDR akan sangat terpengaruh karena sebagian besar produknya yang diekspor.

 
Market Info

Reksa Dana
  02/09/10 01/09/10
Pasar Uang
MRS CASH KRESNA 1,000.0000 1,000.0000
Pendapatan Tetap
MRS BOND KRESNA 1,202.4780 1,203.5404
Campuran
IPB Syariah 1,998.6781 2,006.7287
IPB-Kresna 2,581.5042 2,592.5815
MRS FLEX KRESNA 1,398.8261 1,408.2864
Indeks
Kresna Indeks 45 2,577.4597 2,592.1262

Kresna Indeks 45

 Copyright © 2005-2008 Kresna Securities. All rights reserved. Please read our DISCLAIMER.