2010-02-08 10:15:00
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dalam sepekan kemarin tergerus 91,82 poin atau lebih dari 3,5% dengan besarnya tekanan dari bursa-bursa regional dipicu oleh beberapa faktor seperti kekhawatiran investor terhadap langkah Presiden Obama untuk mereformasi sektor perbankan dan kesehatan dan diperkeruh oleh kegagalan Yunani untuk menyelesaikan pembayaran utangnya yang akhirnya meningkatkan kekhawatiran investor terhadap kondisi ekonomi di Eropa.
Dengan besarnya tekanan jual di regional, IHSG akhir pekan lalu gagal mempertahankan diri di level 2.600 bahkan anjlok ke level 2.518,97. Tekanan jual terlihat dengan meningkatnya total nilai transaksi akhir pekan lalu mencapai Rp4,4tn dengan volume hampir mencapai 5miliar saham yang berpindah tangan.
Bursa Wall Street akhir pekan lalu berhasil tutup diatas level 10.000 setelah turun selama 2 hari berturut-turut. Dow Jones akhir pekan lalu berada di level 1.012,23. Pagi ini, bursa-bursa Asia Pasifik dibuka variatif. Indeks All Ord, Shanghai, dan Straits Times dibuka menguat dengan kisaran 0,34% — 0,42% sedangkan bursa lainnya dibuka melemah dengan kisaran 0,13% — 0,49%.
Ditengah derasnya arus tekanan jual di regional, kami melihat saat ini merupakan waktu yang tepat untuk para investor mulai mengoleksi saham-saham dengan fundamental yang kuat. Sektor-sektor seperti semen, infrastruktur, dan telekomunikasi kami perkirakan cukup layak untuk mulai dikoleksi. IHSG pagi ini kami perkirakan akan bergerak dengan kisaran 2.510 — 2.564.
|