Dalam masa penawaran saham yang berlangsung pada 1-3 Februari 2010, PT PP (Persero) Tbk mengklaim pemesanan sahamnya oleh publik mengalami oversubscribed lebih dari 1,7x.
Saham perdana PT PP yang ditawarkan pada Rp560 per saham itu sudah mendapatkan respons yang besar dari investor publik, terbukti dengan oversubscribed 1,7x.
Sebagian besar alokasi diperuntukkan untuk pasar domestik. Tingginya permintaan dari investor domestik merupakan salah satu bukti kepercayaan para investor domestik atas program privatisasi, termasuk di dalamnya atas saham dalam sektor konstruksi yang dinilai masih menjanjikan, karena merupakan representasi dari pertumbuhan ekonomi nasional yang semakin membaik.
PT PP sudah menerima pernyataan efektif dari Bapepam pada 29 Januari 2010. Usai melakukan penawaran pada 1-3 Februari lalu, pencatatan perdana saham (listing) akan dilangsungkan pada 9 Februari 2010.
Dengan harga penawaran saham IPO Rp560 per saham, jumlah saham yang ditawarkan 1.038.976.500 saham atau 21,46% dari total saham perseroan. Di mana dana yang akan diraih sekira Rp581 miliar dari hasil penawaran umum saham perdana (initial public offering/IPO).
Underwriter dari IPO ini ada tiga perusahaan sekuritas yakni PT Mandiri Sekuritas, PT Danareksa Sekuritas, dan DBS Vickers Securities Indonesia sebagai lead underwriter.
dari IPO ini ada tiga perusahaan sekuritas yakni PT Mandiri Sekuritas, PT Danareksa Sekuritas, dan DBS Vickers Securities Indonesia sebagai .
Dana yang akan diperoleh perseroan akan digunakan untuk melakukan investasi di bidang-bidang yang menjanjikan seperti energi, konstruksi dan properti, dan juga untuk memperkuat modal kerja perseroan, termasuk untuk kebutuhan pembiayaan proyek yang sedang berjalan dan yang akan dikerjakan perseroan.
PT PP (Persero) Tbk selama ini menunjukkan kinerja yang mantap, berhasil membukukan pertumbuhan laba bersih sebesar 20-30% tiap tahunnya dalam tiga tahun terakhir.
PT PP berhasil mendapatkan kontrak baru senilai Rp6 triliun di 2009 dan perseroan juga mencatat carry over 2010 sekira Rp4 triliun yang akan memperkuat pertumbuhan PT PP (Persero) Tbk di 2010. Pendapatan perseroan pada 2007 tercatat Rp3,2 triliun, pada 2008 meningkat menjadi Rp3,9 triliun dan pada 2009 diperkirakan mencapai Rp4,2 triliun.
Selain itu laba bersih Perseroan juga menunjukan pertumbuhan yang mengesankan. Pada 2007 tercatat Rp92,98 miliar, sedangkan 2008 tercatat Rp121,61 miliar atau tumbuh 31% dan 2009 diperkirakan menjadi sekira Rp163 miliar atau tumbuh 40%.
Mencermati jenis pekerjaan yang ditangani selama ini, proyek bangunan gedung menjadi kontributor pendapatan terbesar di 2008 yaitu sebanyak 73,72% dengan nilai sebesar Rp2,8 triliun menyusul pekerjaan jalan/jembatan sebanyak 10,44% dengan nilai Rp410,6 miliar.
Sedangkan kontribusi pengairan sebanyak 5,39% senilai Rp212,083 miliar, pekerjaan pelabuhan sebanyak 5,06% dengan nilai sebesar Rp199,01 miliar. Kinerja yang positif semakin mengukuhkan posisi perseroan sebagai perusahaan konstruksi dengan pencapaian ROE (Return on Equity) yang relatif baik dibandingkan perusahaan konstruksi lainnya yaitu sebesar 28,6 persen di 2008.