2010-02-08 10:10:00
Perusahaan konstruksi PT Duta Graha Indah Tbk (DGIK) mencatatkan perolehan kontrak baru di 2009 dengan nilai sekira Rp1,8 triliun atau tumbuh sekira 20 persen (year on year/yoy). Dengan demikian Duta Graha pada 2009 telah mencatat order book sekira Rp3,3 triliun.
Hasil ini melampaui target perolehan 2009 yang ditetapkan perseroan yakni Rp1,7 triliun. Di mana lonjakan perolehan kontrak didapat pada kuartal IV-2009 sebesar Rp800 miliar.
Dengan strategi dan kompetensi yang baik, perseroan pada kuartal IV-2009 berhasil mendapatkan kontrak baru senilai sekira Rp800 miliar. Dengan itu, manajemen yakin perseroan bisa mencapai target yang ditetapkan.
Perseroan telah secara konsisten mengembangkan bisnisnya dengan membuka cabang di berbagai kota besar yang strategis. Hingga saat ini perseroan telah memiliki 11 kantor cabang yang mencakup 33 provinsi di Indonesia.
Sementara itu, untuk 2010, Duta Graha menargetkan dapat mencatat pertumbuhan pendapatan (revenue) sebesar 12-17 persen atau setara Rp1,45 triliun hingga Rp1,52 triliun.
Selain mengikuti beberapa tender konstruksi, saat ini perseroan sedang menunggu keputusan pemenang tender beberapa proyek yang diikuti perseroan di sektor tambang dan engineering, procurement, and constructions (EPC) yang dirintis pada 2009. Pengumuman pemenang tender tersebut diperkirakan paling lambat akhir Februari 2010.
Manajemen sangat optimistis menghadapi tahun ini karena diperkirakan pemerintah akan menyediakan dana sebesar Rp97 triliun untuk pembangunan infrastruktur yang akan menjadi salah satu andalan percepatan pembangunan ekonomi.
Hal ini juga mengingat kondisi perekonomian dunia dan Indonesia lebih baik dari tahun lalu. Adapun IMF pada akhir Januari merevisi pertumbuhan ekonomi dunia 2010 dari 3,1 persen menjadi 3,9 persen dan pertumbuhan ekonomi Indonesia dari 4,8 persen menjadi 5,5 persen.
Revisi pertumbuhan ekonomi Indonesia tersebut disebabkan oleh pertumbuhan kredit yang mulai naik pada November dan Desember 2009, ekspor yang meningkat dan adanya pemulihan investasi. Dengan kondisi ekonomi yang lebih baik tersebut maka manajemen menargetkan pendapatan dapat tumbuh sekira 12-17 persen.
|